JejakFaktual – Sejumlah warga menggelar unjuk rasa menuntut agar seluruh tokoh adat dan pemuka agama segera turun tangan menanggapi dugaan perselingkuhan yang dilakukan bupati Gowa dengan salah satu konsultan politiknya. Unjuk rasa dilakukan di tengah hiruk pikuk pemberangkatan jemaah haji kelompok terbang (Kloter) pertama.
Pengunjuk rasa bahkan membentangkan spanduk penolakan agar bupati Gowa tidak memimpin pemberangkatan jemaah haji tersebut. Unjuk rasa yang dilakukan belasan warga berlangsung Kamis, (23/4/2026) pukul 15.35 Wita di depan kantor Bupati Gowa, Jalan Masjid Raya.
Para pengunjuk rasa secara bergantian menyerukan agar skandal dugaan perselingkuhan Bupati Gowa dengan salah satu konsultan politiknya segera diusut. Bahkan para pengunjuk rasa menuntut agar para tokoh adat dan pemuka agama tidak bungkam dalam dugaan kasus perselingkuhan lantaran dinilai sebagai aib bagi masyarakat.


















